Home / Kakak Harus Tahu / KWARDA LAMPUNG IKUTI BIMTEK PENULISAN BUKU SEJARAH KEPANDUAN DAERAH

KWARDA LAMPUNG IKUTI BIMTEK PENULISAN BUKU SEJARAH KEPANDUAN DAERAH


Cibubur, Jakarta Timur – Guna meninggalkan legacy (“warisan”) bagi kaum muda, khususnya bagi anggota Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung mengirimkan utusan guna mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Buku Sejarah Kepanduan di daerah yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur – Jakarta Timur ini, berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 28 s.d 30 Oktober 2024, diikuti oleh 60 peserta dari berbagai Kwarda di Indonesia. Sementara utusan dari Kwarda Lampung adalah Joni Widodo, S.H., M.M., Andalan Daerah yang juga Sekretaris Bidang Organisasi dan Hukum.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso. Para pimpinan dan beberapa pengurus Kwarnas turut hadir dalam pembukaan Bintek yang menghadirkan para pakar di bidangnya itu.

Dalam amanatnya, Ka. Kwarnas menyampaikan keprihatinannya karena saat ini tak sedikit generasi muda yang tidak tahu sejarah yang sebenarnya, tak terkecuali sejarah tentang kepanduan. Sehingga, lanjut Kak Buwas –sapaan akrab Kak Budi Waseso– sebagian generasi muda tidak mempunyai kebanggaan terhadap Gerakan Pramuka.

Karena itu kepada peserta Bimtek, Ketua Kwarnas meminta agar setiap Kwartir Daerah meninggalkan legacy atau warisan berupa berupa buku sejarah yang benar, berupaya mencegah agar jangan sampai ada pihak-pihak yang membelokkan sejarah.

“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96, dengan harapan dapat dijadikan sebagai momentum memperkuat persatuan, mengingat sejak tahun 1928 para pandu berperan dalam mengikrarkan sumpah pemuda,” ungkap Kak Buwas.

Generasi muda, khususnya para Pramuka, lanjut Ka. Kwarnas, harus kita dorong untuk mengenal sejarah, sehingga karakternya akan terbangun karakternya, mampu menghargai generasi pendahulunya dan pada akhirnya kan mampu membangun bangsa dan negara ini dengan penuh tanggung jawab.

“Kita harus menuliskan sejarah Gerakan Pramuka dengan baik dan benar. Saksi sejarah dan pelaku sejarah dapat menuangkan fakta yang sebenarnya. Di jaman modern sejarah tidak boleh dilupakan, karena bangsa yang hebat adalah yang menghargai sejarah pendahulunya”jelas Kak Buwas.

Kak Buwas mengingatkan bahwa pemaknaan pemuda terhadap sumpah pemuda, saat ini tidak sesuai harapan pemuda pada tahun 1928. “Mumpung kita sekarang disini, sebagai pelaku sejarah dalam Gerakan Pramuka, mari kita kita ingatkan kembali agar para Pramuka memaknai Sumpah Pemuda dengan benar”, pintanya.

Ini penting, tegas Kak Buwas, sebagai wujud investasi kepada bangsa dan negara dengan pembangunan karakter melalui buku sejarah yang kita tulis dan sebagai implementasi dari tekad Gerakan Pramuka untuk membangun dunia yang lebih baik.

“Saya minta agar kakak-kakak, dengan materi-materi selama 3 hari akan mampu menuliskan sejarah Gerakan Pramuka di daerah yang benar, agar sebagai kader penerus generasi muda memiliki kebanggaan dan sanggup memajukan Gerakan Pramuka di masa-masa mendatang,” pungkasnya.

Selama mengikuti Bintek, para peserta akan mendapatkan materi tentang Sejarah Kepemimpinan Gerakan Pramuka, Teknik Pengumpulan Data untuk Penulisan Sejarah, Pengenalan Historiografi, Teknik Penulisan Buku Kepramukaan, Perpustakaan Nasional dan Buku-buku Sejarah Kepramukaan Indonesia, Pengenalan Pengumpulan Data dan Penulisan Buku Sejarah Kepramukaan, Praktik Latihan Menulis Sejarah Kepramukaan di Daerah Masing-masing dan Kunjungan ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (Kak Joni Widodo)

About pramuka lampung

Check Also

ORGAKUM MATANGKAN RENCANA RAKERDA 2026

Bandar Lampung – Menindaklanjuti hasil Rapat Pimpinan yang digelar beberapa waktu lalu, bidang III (Organisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 6 =


 

%d blogger menyukai ini: