
Bandar Lampung – Ketua Kwarda Lampung kak Chusnunia menerima kunjungan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) Indonesia, Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan(KSP), dan Kwarnas Gerakan Pramuka pada Selasa (4/6/2024) di Ruang Rapat Kwarda Lampung, Bandar Lampung.
Kunjungan ini dalam rangka rencana pelaksanaan Program Pelatihan Smart Farming yang akan dilaksanakan di Lampung.

Dalam sambutannya, Kak Chusnunia mengucapkan terima kasih atas kunjungan FAO Indonesia, KSP, dan Kwarnas untuk melihat potensi yang dimiliki kwarda Lampung untuk menjadi bagian dari implementasi kerjasama dibidang pertanian.
Pada kesempatan ini, Kak Prita Laura selaku Tenaga Ahli KSP mengatakan bahwa anak muda termasuk orang tuanya saat ini memiliki mindset bahwa pertanian itu tidak keren dan tidak menjanjikan. Sehingganya dikhawatirkan kedepan terjadi ironi “pertanian tanpa petani”.
Oleh karenanya, melalui pelatihan ini diharapkan dapat memupuk minat anak muda untuk tertarik pada bidang pertanian. Harapnya.
Sementara itu, kak Ageng Herianto dari FAO Indonesia mengatakan bahwa regenerasi petani harus berjalan untuk keberlangsungan pertanian jangka panjang. FAO dan Pemerintah Indonesia memiliki kepentingan yang sama dalam bidang pertanian.
Usai pertemuan diskusi, rombongan meninjau komplek Kwarda Lampung dan Buper Natar untuk melihat langsung lokasi yang akan dijadikan tempat pelatihan pertanian.
Untuk diketahui, program ini bertujuan mencetak petani milenial dan mengembangkan kemampuan wirausaha bidang pertanian bagi Pramuka Penegak dan Pandega.
Program yang dibiayai sepenuhnya oleh FAO Indonesia ini rencananya akan diikuti 100 Pramuka Penegak dan Pandega dengan usia 18 hingga 25 Tahun. “70 orang di Buperta Cibubur, dan 30 di Kwarda Lampung”
Turut hadir menyambut, Ketua Harian Kwarda Lampung kak Zainuri, Waka II kak Abdullah RM, Waka IV kak Sumarju, Sekretaris Kak Mubasit, dan sejumlah pengurus DKD Lampung. (Pusdatin Kwarda Lampung)
Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Pusat Informasi Kwarda Lampung