
Bandar Lampung – Kwarda Lampung mengikutsertakan 5 Pramuka pada kegiatan Workshop Anti Radikalisme yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung pada Senin (29/4/2024) di Hotel Sparks Lite, Bandar Lampung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Layanan Kepemudaan kak Nuzmir menjelaskan beberapa hal dalam upaya menangkal paham radikalisme ini.
Pertama, memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat khususnya pemuda tentang kedamaian, tidak ada ajaran agama yang menganjurkan umatnya untuk berbuat kekerasan dan teror.

“Semua agama mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama dan saling menjaga rasa aman. agama apapun sangatlah menjunjung tinggi nilai kedamaian dan menghormati antar umat beragama”. Jelasnya.
Kedua, menjaga toleransi antar umat beragama merupakan hal sangat penting untuk kita jaga dan lestarikan. dengan adanya toleransi ini pastinya akan tercipta kehidupan yang damai dan harmonis tanpa adanya rasa permusuhan dan prasangka buruk.
Ketiga, mengedepankan dialog bukan debat. Dialog mengedepankan persamaan, bahwa semua agama mengajak pada kebaikan, sedangkan debat mengedepankan perbedaan. kalau perbedaan yang dibicarakan maka tidak akan pernah menemukan titik temu sampai gontok – gontokan sekalipun.
Dengan adanya dialog antar agama maka kita akan semakin mengerti makna pluralitas. sehingga menambah wawasan keilmuan kita dalam menyikapi setiap persoalan hubungan antar umat beragama.
Kegiatan yang diikuti 40 orang peserta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat khususnya pemuda tentang kedamaian menjaga toleransi.
“Memberi pemahaman tentang pentingnya toleransi kepada para pemuda karena toleransi antar umat beragama merupakan hal sangat penting untuk kita jaga dan lestarikan”. Pungkasnya.(Pusdatin Kwarda Lampung)
Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Pusat Informasi Kwarda Lampung