
CIBUBUR – Menjadi pembina dan pelatih yang mudah berintegrasi keutamaan nilai. Ranah bela negara sudah mengakar dan tertancap menghujam pada Gerakan Pramuka.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso dalam arahannya kepada 106 peserta kegiatan Trainning Of Trainner (ToT) Bela Negara pada jum’at pagi (13/12) di Cibubur Jakarta.
ToT ditutup Wakil Ketua Kwarnas / Ketua Komisi Bela Negara Brigjen TNI Hasto Pratisto Yuwono pada Jumat, 13 Desember 2019 tersebut diikuti 3 orang perwakilan Kwarda Lampung yakni Sesbid Orgakum Rusdi Umar, Sespusdiklatda Kardiman Sulisto, dan Pelatih Pusdiklatnas asal Lampung Bainah Sari Dewi.

Kepala Pusdiklatnas Joko Mursitho menyampaikan dalam materinya bahwa asupan dan strategi bela negara haruslah disesuaikan dengan generasi baby bommer, generasi x, generasi y, generasi z agar membumi dan dapat diterima sepenuh hati.
TOT kali ini merupakan asupan bergizi penambah kekuatan dan motivasi untuk menjaga terus menerus NKRI oleh seluruh anggota masyarakat termasuk anggota pramuka.
Ditempat yang sama, Waka Kwarnas/Ketua Komisi Binawasa Prof. Suyatno dalam materinya mengenai strategi pendidikan bela negara mengatakan bahwa desain pembelajaran bela negara kelak harus produktif, inovatif, heroik , dan menyatu dengan metode kepramukaan.

ToT yang berlangsung sejak 11 Desember 2019 tersebut ketiga peserta perwakilan Kwarda Lampung aktif berpartisipasi dalam acara. Kardiman terpilih sebagai ketua salah satu regu dan Bainah Sari Dewi terpilih sebagai satu satunya ketua sindikat yang puteri dari dua sindikat atau kelompok lain yang dipimpin oleh putera. Sementara Rusdi Umar aktif dalam menyumbangkan ide dan gagasannya dalam sindikat penentu kebijakan.
Kontributor berita dan foto : Dr. Bainah Sari Dewi
Edit teks : Maman
Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Pusat Informasi Kwarda Lampung