Home / Kegiatan Kwarda / RAKORNAS PUSDATIN BAHAS OPTIMALISASI APLIKASI AYOPRAMUKA-KWARNAS, DORONG DIGITALISASI DATA DAN INFORMASI KEPRAMUKAAN

RAKORNAS PUSDATIN BAHAS OPTIMALISASI APLIKASI AYOPRAMUKA-KWARNAS, DORONG DIGITALISASI DATA DAN INFORMASI KEPRAMUKAAN

Bandar Lampung – Dalam rangka optimalisasi penggunaan aplikasi AyoPramuka-Kwarnas sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan data dan informasi Gerakan Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Gerakan Pramuka yang dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) siang secara daring.

Agenda utama dalam Rakornas ini yakni : 1) Optimalisasi Platform AyoPramuka: Penguatan penggunaan platform terpadu untuk integrasi data anggota dan kegiatan. 2) Pengelolaan Media Sosial: Strategi komunikasi digital untuk menjangkau generasi muda secara interaktif. 3) Pengelolaan Pemberitaan: Peningkatan kualitas dan jangkauan publikasi informasi kepramukaan.

Dan 4) Pembahasan Aspirasi dan Masukan: Inventarisasi ide, pertanyaan, kendala teknis, serta masukan dari jajaran daerah dan cabang yang telah dihimpun sebelum pelaksanaan acara.

Rakornas yang dipimpin Kepala Pusdatin Kwarnas kak Ria Yusnita ini diikuti Pusdatin Gerakan Pramuka Seluruh Indonesia termasuk Kepala Pusdatin Kwarda Lampung kak MD Wicaksono ini menghadirkan Kak Irfan Wahid atau akrab disapa Kak Wahid selaku pendiri IPWS Perception Engineering yang juga Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Digital, Teknologi, Budaya, dan Komunikasi.

Dalam paparannya, Kak Ipang menekankan pentingnya memanfaatkan penetrasi media sosial di Indonesia yang sudah mencapai 88% dari total populasi. Namun, tantangan terbesarnya ada pada perubahan pola konsumsi informasi generasi muda—khususnya Gen Z dan Generasi Alpha yang menjadi audiens utama Pramuka.

Melalui sesi ini, Kak Ipang mengajak seluruh jajaran Pramuka dari Kwarda, Kwarcab, hingga pangkalan sekolah untuk menyetop pola publikasi lama yang terkesan kaku, formal, narsis, dan sekadar pencitraan. Gaya konten seremonial seperti ini dinilai sudah tidak disukai oleh netizen.

Sebagai gantinya, publikasi Pramuka harus digeser ke pendekatan micro-story yang organik, tanpa rekayasa (real), humoris, informatif, serta menyentuh sisi kemanusiaan. Cerita-cerita pendek mengenai momen kebersamaan, kejujuran, dan keseruan anggota Pramuka di lapangan dianggap jauh lebih efektif menarik simpati publik. (Kak Maman)

About Pramuka Lampung

Check Also

JELANG BATAS WAKTU PENDAFTARAN JAMNAS XII 2026, KWARDA LAMPUNG ADAKAN PERTEMUAN BAHAS KESIAPAN KONTINGEN

Bandar Lampung – Menjelang batas waktu pendaftaran Jambore Pramuka Penggalang Tingkat Nasional (Jamnas) XII 2026 …