Home / Kakak Harus Tahu / Pramuka Belajar Berkomunikasi di JOTA, JOTI & JOJO CAMP 2019

Pramuka Belajar Berkomunikasi di JOTA, JOTI & JOJO CAMP 2019

CIBUBUR – Kwarnas kembali berpartisipasi dalam program WOSM: Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI). JOTA tahun ini adalah yang ke-82 dan JOTI ke-40. Kegiatan ini serentak berlangsung secara nasional dari tanggal 18 Oktober hingga 20 Oktober 2019. Pada kesempatan itu DKN mengadakan JOTA JOTI (JOJO) CAMP 2019.

Wakil Ketua Kwarnas / Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda Kak Supriyadi mewakili Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka membuka secara resmi kegiatan tersebut di stasiun induk pada Jumat sore (18/10/2019). Stasiun Induk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bertempat di Aula Tirta Teja Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka mengatakan dalam sambutan yang disampaikan oleh kak Supriyadi bahwa Gerakan Pramuka ingin selalu menjadi pilihan utama kaum muda berorganisasi dan menempa sebagai kader bangsa. Seharusnya kegiatan semacam ini dengan memanfaatkan teknologi tinggi (hightech) dapat sering dilakukan. Tidak selalu harus secara formal seperti hari ini, melainkan dalam kegiatan kesehariannya. Kegiatannya dapat dilakukan terutama dengan melibatkan Gudep dan Kwartir dan berbagai pihak yang telah memiliki sarana radio komunikasi, komputer, telepon, dan sebagainya. “Aspek lain yang diharapkan melalui kegiatan JOTA dan JOTI ini adalah membina persahabatan antar sesama Pramuka, baik dalam skala nasional maupun internasional,” kata Kak Supriyadi.

Semangat ini perlu terus dibangun dan dipupuk mengingat suasana dan situasi dunia dan masyarakat kita saat ini. Apalagi Gerakan Pramuka sangat diharapkan perekat persatuan bangsa. Kemudian menurut beliau, justru di suasana saat ini, di mana banyaknya kabar bohong atau hoax dan ujaran kebencian yang diviralkan melalui berbagai media sosial, aktivitas JOTA dan JOTI harus dimanfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan. Jadi mengetahui cara mengenali kabar bohong, tidak menulis dan menyebarluaskan ujaran kebencian, dan pengetahuan tentang UU Informasi. Pun tahu tentang Transaksi Elektronik (ITE), yang mengatur pula sanksi bagi para penyebar kabar bohong dan ujaran kebencian.

Hadir dalam acara tersebut, Waka Kwarnas/ Ketua Komisi Saka, Sako Gugus Darma, Kak Laksamana Muda TNI (Purn) Kingkin Suroso, SE, dan Andalan Nasional: Kak Rio Ashadi, Kak Jainuddin Ladansa, Kak Dedi Wibowo, SE, MM, Kak Robby Zulpandi, dan staff Kwarnas. Pada kegiatan itu dari ORARI yang datang ysitu Kabag. Operasi ORARI Pusat: Kak Amir Amangku (YBOLBT).

Kegiatan JOJO CAMP 2019 itu diikuti sekiitar 300 Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), bahkan ada yang datang dari Lampung dan Madiun Jawa Timur.

Pada hari pertama di JOJO CAMP 2019 Kak Drs. Untung Widyanto, M.Si hadir malam hari. Kak Untung Widyanto membawakan materi bertajuk “Kiat Menulis untuk Media Sosial.” Ada 4 kiat atau teknik. Pertama, jangan terlalu panjang. Batasi berita sekitar 150 kata atau empat/lima paragrag pendek. Kedua, pakai bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Ketiga, judul sebaiknya sederhana dan membuat penasaran pembaca. Ketiga, ambil kutipan pendek yang bernas. Keempat, pilihan kata dengan hati-hati, hindari jargon atau istilah khusus. Keempat, cek dan cek lagi berulang-ulang sebelum di-posting agar terhindar dari kesalahan.

Kak Untung Widyanto, yang wartawan freelance, juga mengajak adik-adik penegak/pandega untuk bersikap kritis terhadap konten/informasi yang beredar di Internet. Baik dalam bentuk tulisan, foto, video, infografis atau lainnya. Ada sekelompok orang yang menyebarkan hoaks (informasi palsu atau menyesatkan) dengan motif mencari uang, ideology, politik, kebencian dan iseng. “Jangan cepat-cepat sharing, tetapi bersikap kritis dan saring dulu konten tersebut,” kata Kak Untung Widyanto.

Teks & Foto: Yudhi (Scout Radio)

About pramuka lampung

Check Also

Perkemahan Pramuka Bhakti Nasional 2019

Cibubur – Perkemahan Pramuka Bhakti Nasional dibuka oleh Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, Mayor Jenderal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 5 =


 

%d blogger menyukai ini: